Game Dragon hills mod apk

Game yang keren

Friday, July 26, 2019

HUKUM TARIK MENARIK

APAPUN YANG ANDA MINTA PASTI DIJAWAB (HUKUM TARIK MENARIK)

Banyak orang beranggapan  bahwa tidak semua apa yang kita minta atau apa yang kita mimpi semuanya akan dijawab Tuhan. Sebenarnya pendapat ini ada benar juga namun tidak semua benar.

Saya akan mencoba memberikan suatu paradigma baru kepada Anda bahwa sebenarnya apapu yang kita minta pasti akan dikabulkan semuanya asalkan semuanya harus ada syarat-syaratnya.

Berikuit ini adalah Tips untuk meraih impian anda agar bisa terealisasi sebagai berikut :

  • Selalu berdoa dan bekerja. Tidak ada cara lain untuk meraih mimpi yakni hanya berdoa saja namun harus dengan aksi . istilah krennya,NATO (Not Action talk Only) banyak bicara namun miskin tindakan. atau NADO (Not Action Dreams Only), waktu lebih banyak bermimpi namun tidak beraksi. Boleh bermimpi namun harus ada tindakan selanjutnya, karena akar dari segala hal dimulai dari berpikir bermimpi dan selanjutnya beraksi. atau NACO ( Not Action Concept Only). Banyak rencana yang muluk muluk tapi tindakan nol.

  • Pikirkan dan mimpi Anda harusnya obyektif, realistis dan bisa di wujudkan. Misalnya mimpi Anda ingin jadi Presiden saat ini,  ya pasti tidak mungkin tercapai karena sudah ada Presidennya. Mimpi Anda jadi Milyarder itu bisa tercapai namun harus obyektif dan realisitis kira kira di bidang apa ?

  • Fokuskan dan spesifikasi pikiran Anda pada mimpi dan tujuan itu. Ini artinya dalam setiap pikiran mimpi anda selalu fokus berpikir untuk hal bisnis itu jangan bercabang, hari ini kepingin ini besok lainnya. Misalnya anda ingin berbisnis kuliner. Tugas anda fokus carikan hal hal yang berhubungan dengan usaha kuliner tersebut dan spesifiknya kunier apa, misalnya jualan Nasi Goreng, silahkan searching di google.com atau yotobe atau media sosial lainnya yang behubungan dengan hal tersebut.

  • Jangan dengar pendapat negatif orang tentang mimpi dan tujuan kita tetap fokus dan boleh mendengar pendapat orang yang berpikir positif terhadap kita. Selalu berpikir positif. Buatlah pandangan diri kita bahwa jika 10 orang menolak kita maka pasti 1000 orang akan membuka pintu seluas luasnya pintu bagi kita.

  • Berlakulah baik dengan sesama kita karena distulah kita sedang membangun jaringan distribusi atau semacam jaringan bisnis seperti Multy Level Marketing. Kita tetap berlaku baik dengan sesama dan kita juga tidak memaksakan orang lain akan baik dengan kita. Itulah yang disebut bekehendak bebas. Tetaplah fokus baik dengan sesama, dan tidak perlu kita berurusan dengan persoalan itu karena pembalasan adalah hak Tuhan bukan kita. Tugas kita adalah berbuat baik dengan sesama.

  • Jangan cepat menyerah atau cepat puas. Ada pandangan bahwa  yang boleh berbisnis adalah kelompok orang Cina /Thionghoa. Ini pandangan yang keliru. Seharusnya kita meniru pandangan dan filosofi mereka. Mereka ulet dan jatuh bangun tetap fokus pada usaha tersebut dan tidak mudah menyerah.

  • Hukum Tarik Menarik, artinya dalam kehidupan kita ini kita mengenal adalnya hukum tabur tuai, apa yang kita tabur nanti akan kita tuai pula, juga kita mengenal hukum tarik menarik. Saya pernah membaca sebuah buku dengan judul SECRET. Disitu dibeberkan bahwa Alam ciptaan Tuhan adalah sempurnah dan terstruktur dengan baik, selalu ada hitam dan ada putih  dan berlaku adanya hukum tarik menarik. Hukum tarik menarik diartikan bahwa setiap keinginan kita jika dilandasi dengan hal positif dan kita mintakan kepada Alam (ciptaan Tuhan) maka akan dikabulkan. Artinya tugas kita adalah meminta atau merequest kepada Alam (ciptaan Tuhan), nanti biarkan Tuhan yang akan bekerja untuk mewujudkan mimpi kita. Sedangkan tugas kita adalah ikuti petunjuk butir 1 sampai dengan 5 diatas, terus menerus dan jangan bosan.

Semoga dikemudian hari Anda menjadi seorang Miyarder atau orang sukses. Sukses Rohani dan Sukses Dunia. Tuhan Yesus memberkati Anda. Shallom.

Monday, February 11, 2019

JANGAN PERNAH MENYERAH


Kamu adalah seseorang yang sempurna, kalau  menurutmu kamu tidak sempurna itu karena kamu belum menyadarinya.
Mitra Kave, Kadang hidup memang terasa berat untuk dijalani, sering kali kegagalan dan kata kata yang menjatuhkan membuatmu merasa bukan siapa siapa, membuat kamu merasa rendah diri dan tidak berharga.
Mitra Kave, Ketika Allah menaruh sebuah misi di hatimu, pastikan bahwa kamu sadar jika ke depan kamu akan menghadapi berbagai-bagai hambatan seperti adanya penundaan, kesulitan dan tantangan yang menghalangi langkah kamu, menghadapi jalan memutar bahkan jalan buntu selama kamu mengemban misi tersebut.
Semua itu adalah hal yang wajar dan biasa kamu alami dalam hidup ini; satu hal yang perlu kamu perhatikan adalah bagaimana kesiapan kamu  pada waktu menghadapi tantangan semua itu.
curtesy of PelitaHidup.com
Contoh nyata yang dapat kamu  jadikan acuan adalah Nabi Nuh. Jika ada orang yang merasa berhak untuk berkecil hati dan patah semangat, harusnya orang itu bercermin kepada profil Nabi Nuh. Tahukah kamu  berapa lama Nuh membangun bahtera seperti yang Tuhan minta? 120 tahun! Fantastik, Apakah kamu bisa membayangkan harus mengemban misi mega proyek tanpa ada seorangpun di lingkungan kamu yang mendukung dan memberi semangat kepada kamu :?

Nuh percaya kepada Tuhan dan ia tidak bersandar pada pengertiannya, dan ketika ia mendengar peringatanNya tentang sesuatu yang akan terjadi di masa mendatang, Nuh tetap percaya walaupun pada saat itu tidak ada tanda-tanda akan terjadi banjir besar seperti yang Tuhan katakan  kepadanya. Kita bisa yakin bahwa ada hari-hari dimana Nuh merasa malas dan bosan untuk mengerjakan bahtera tersebut, tetapi selama 43.800 hari lamanya ia pergi ke tempat yang sama terus menerus dan mengerjakan tugasnya. Ia tidak pernah menyerah!

Mitra Kave Jadi jangan pernah menyerah ketika kamu merasa tidak berharga, kamu  membenci diri sendiri, kamu patah hati, jangan merasa rendah diri ketika kamu dijauhi, jangan berkecil hati walaupun mungkin kamu dibully. Jangan pernah kamu merasa tidak pantas hanya karena orang bilang kamu tidak berkualitas.
Dan jangan pernah hilang  harapan hanya karena kamu mengalami kegagalan. Harga diri kamu tidak ditentukan oleh wajah kamu, penghasilan kamu, kesuksesan kamu, harta kamu, TIDAK BUKAN ITU..
Orang lain mungkin bisa bilang kamu tidak berguna, orang lain mungkin bisa bilang kamu bukan siapa siapa tapi mereka salah, kamu jauh lebih berharga dari yang kamu bayangkan. Kamu sangat berharga karena Tuhan mengatakan bahwa kamu berharga. Lebih berharga dari bintang yang ada dilangit, emas yang ada dibawah bumi, lebih berharga dari permadani indah dan hamparan permata.
Janganlah menyerah ketika mimpi-mimpi mu  belum terwujud. Jangan pernah menyerah ketika pernikahan mu mengalami goncangan. Jangan menyerah ketika penyakit mendera. Sekali lagi Jangan pernah menyerah, karena Allah selalu memegang kendali atas hidup mu. Mitra Kave, Kamu belum mencapai bab terakhir dari lembaran hidup mu, jalan masih panjang. Tuhan sudah menuliskan semuanya, hanya saja kamu belum mengetahuinya.

Mitra Kave, Tuhan sedang mencari orang bersungguh hati kepadaNya. Bukankah kamu  termasuk orang yang bersungguh hati tersebut? Jadi, Jangan pernah menyerah dan selalu bersandar padaNya pemilik  itu.. .amin…

Thursday, February 07, 2019

LASKAR TAK BERGUNA

PROGRAM INSPIRASI DAN MOTIVASI :
TIPS MENJADI LASKAR INSPIRASI DAN MOTIVASI bukan LASKAR TAK BERGUNA :
  1. Masa Tua harus diterima dengan tulus iklas (Self Acceptance).Caranya selalu bersyukur menerima diri kita apa adanya barulah kita bisa menerima orang lain. Reaksinya kita bisa TENANG kita bisa menerima kelebihan orang lain. 
  2. Umur bukan menjadi penghalang untuk memulai bisnis. Belum ada kata terlambat. Seperti kisah  Colonel Sanders pendiri Kentucky Fried Chicken (KFC) yang Memulai Bisnis waralaba saat Pensiun di usia 65 tahun. 
  3. Selalu berseru kepada Tuhan serahkan seluruh pergumulan hidup. 
Yeremia 33:3 (TB)  Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.
Tuhan Yesus memberkati Mitra Kv 97.6 FM.
Amin.

Tuesday, January 08, 2019

ADAKAH KESELAMATAN DILUAR TUHAN YESUS?

ADAKAH KESELAMATAN DILUAR TUHAN YESUS ?

Biasanya setiap orang Kristen berpendapat bahwa tidak ada keselamatan di luar Yesus Kristus, bahkan lebih sempit lagi tidak ada keselamatan di luar gereja. Adapun dasar yang dipakai adalah Yohanes 14:6: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku".

William Barclay menafsirkan ayat ini sebagai berikut: Memang banyak orang yang mengajar tentang jalan yang harus ditempuh, tetapi hanya Yesuslah jalan itu dan di luar Dia manusia akan tersesat. Banyak orang yang berbicara tentang kebenaran, tetapi hanya Yesuslah yang dapat mengatakan "Akulah kebenaran" itu. Orang lain mengajarkan tentang jalan kehidupan, tetapi hanya dalam Yesus orang menemukan kehidupan itu. Karena itu hanya Dia saja yang dapat membawa manusia kepada Tuhan.

Lain halnya dengan Samartha yang mengatakan bahwa dalam agama Kristen Yesus Kristus memang juru selamat, tetapi orang Kristen tidak dapat mengklaim bahwa juru selamat hanya Yesus Kristus. Demikian pula Yesus adalah jalan, tetapi jalan itu bukan hanya Yesus, sebab seperti dikatakan Kenneth Cracknell bahwa di luar agama Kristen pun dikenal banyak keselamatan.

Dalam agama Yahudi dikenal istilah Halakhah, yang secara harafiah artinya berjalan. Kata ini merupakan istilah teknis dalam pengajaran agama Yahudi yang berhubungan dengan semua materi hukum dan tatanan hidup sehari-hari. Istilah ini diambil dari Keluaran 18:20: "Kemudian haruslah engkau mengajarkan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan yang memberitahukan kepada mereka jalan yang harus mereka jalani dan pekerjaan yang harus mereka lakukan".


Dalam agama Islam konsep jalan itu terdapat dalam Sura 1:5-7: ".... Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan. Pimpinlah kami ke jalan yang lurus (yaitu), jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka..."

Dalam agama Hindu juga dikenal adanya jalan menuju moksha, menuju kelepasan dari kelahiran kembali, menuju keselamatan, yaitu Jnana marga atau jalan pengetahuan, Karma marga atau jalan perbuatan baik, serta bhakti marga yaitu jalan kesetiaan atau ibadah. Sedangkan dalam agama Budha dikenal Dhama pada, jalan kebenaran menuju nirwana.


Lalu bagaimana hubungan jalan-jalan ini dengan Kristus yang adalah jalan?

Ada berbagai penafsiran, di antaranya: ada banyak jalan kecil-kecil (path), tetapi hanya satu jalan besar (way) yaitu jalan Kristus. Atau ada yang mengatakan ada banyak jalan, termasuk jalan Kristus, tetapi hanya ada satu tujuan yaitu Allah.

Kalau kita memilih yang pertama, memang tidak cocok dengan semangat pluralisme agama-agama, tetapi lebih sesuai dengan teks Yohanes 14:6 Ada banyak jalan tetapi hanya ada satu jalan yang menuju Bapa, yaitu jalan Kristus.

Kalau memilih alternatif kedua, hal itu sesuai dengan semangat pluralisme tetapi persoalan tentang "Tidak seorang sampai kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" tidak terpecahkan. Dan dengan memilih alternatif kedua, berarti menempatkan Yesus sebagai jalan (cara) untuk mencapai suatu tujuan. Padahal menurut banyak penafsir Yesus itu bukan jalan (cara) untuk mencapai tujuan, tetapi Ia sendiri jalan sekaligus tujuan. Dalam teks dikatakan "Aku adalah... (tiga kata berikutnya mempunyai kedudukan yang sejajar) jalan, kebenaran dan hidup". Bukan Aku jalan menuju kebenaran dan menuju hidup, juga bukan Aku jalan kebenaran dan jalan hidup.

Penulis setuju bahwa di luar agama Kristen ada jalan (minhaj, marga, dhama pada), ada jalan kebenaran, ada keselamatan, tetapi tidak berarti bahwa jalan Yesus itu jalan yang luar biasa, sedangkan jalan yang lain jalan biasa. Lalu persoalannya adalah bagaimana kalimat "Tidak seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" harus ditafsirkan?

Konteks ayat ini adalah: Ketika itu Tuhan Yesus berkata kepada para murid-Nya. Ia pergi untuk menyediakan tempat bagi murid-muridnya, kemudian Ia akan kembali menjemput mereka, supaya di mana Yesus berada murid-murid juga berada di sana (Yohanes14:3). Kemudian Thomas berkata: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi, jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?

Dengan perkataan itu Thomas ingin tahu jalannya supaya bisa sampai ke tempat itu dengan cara dan kekuatannya sendiri.

Kemudian Tuhan Yesus menjawab: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak seorangpun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku". Yang dimaksud Tuhan Yesus dengan perkataan itu adalah: Thomas tidak dapat datang ke tempat itu dengan usaha dan kekuatannya sendiri. Kalau toh ia bisa datang ke tempat itu karena Tuhan Yesus yang membawa dia (Bandingkan dengan ayat 3 yang berkata: "Aku akan datang kembali membawa kamu"). Dengan kata lain kalau Thomas bisa datang ke tempat itu, semua itu semata-mata hanya karena anugerah Allah yang nyata dalam kehadiran Yesus Kristus.

Jadi persoalannya bukan di luar Kristus tidak ada jalan, tetapi bagi umat Kristen kita bisa sampai ke tempat di mana Kristus berada, itu semata-mata karena anugerah Allah. Inilah yang membedakan jalan yang ditempuh umat Kristen dan jalan-jalan lainnya. Di sana bukan tidak ada jalan, di sana bisa juga ada jalan, jalan di sana bukan kurang baik, sedang di sini lebih baik, tetapi memang jalan itu berbeda. Dengan demikian pemutlakan orang Kristen terhadap Yesusnya, tidak harus membuat orang Kristen menjadi eksklusif, atau menyamakan saja semua agama.

Kita yakin seyakin-yakinnya bahwa hanya Yesus Kristuslah yang membawa kita kepada keselamatan, tetapi kita juga tidak harus mengatakan di sana, dalam agama lain, sama sekali hanya ada kegelapan dan kesesatan. Kalau kita sendiri tidak rela orang menganggap dalam kekristenan hanya ada kegelapan dan kesesatan, mengapa hal yang sama kita tujukan kepada orang lain.

Apakah pandangan itu tidak memperlemah semangat Pekabaran Injil? Tidak, hanya harus ada orientasi baru tentang Pekabaran Injil.
Pekabaran Injil harus dipahami seperti pemahaman Yesus Kristus sendiri: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik (mengabarkan Injil) kepada orang-orang miskin, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang" (Lukas 4:18-19).

Memberitakan Injil tidak lagi dipahami sebagai kristenisasi, tetapi kristusisasi. Menambah jumlah orang-orang yang diselamatkan dan menjadi anggota gereja bukan tujuan pekabaran Injil, tetapi sebagai akibat atau buah pekabaran Injil: "mereka disukai semua orang dan setiap hari Tuhan menambahkan dengan "orang-orang yang diselamatkan" (Kisah Para Rasul 2:46). Buah pekabaran Injil ini mungkin tidak segera kita nikmati dalam kehadiran mereka di gereja, tetapi mungkin pada waktu dan di tempat lain.

Apakah pemahaman Pekabaran Injil ini tidak sama saja dengan pemahaman sebelumnya? Tidak, pada pola pemahaman yang pertama mengesampingkan sikap toleransi yang karenanya dapat menimbulkan kecurigaan bahkan konflik sosial. Dan sering kekristenan mereka yang "bertobat" lebih bersifat emosional. Sedangkan pola pekabaran Injil kedua, sangat bersikap tenggang rasa dan toleran dan bahkan mungkin pekabaran Injil bisa dilakukan dengan kerjasama antar agama. Dan kalau akhirnya ada yang menjadi anggota gereja, kekristenan mereka tidak bersifat emosional, tetapi dengan kesadaran penuh.



   






   







Jam