Game Dragon hills mod apk

Game yang keren

Friday, June 14, 2013

TITIK NOL

TITIK NOL
Arti Titik Nol :
Pernahkah anda merasa berada di titik nol ???
Dalam Alkitab pada kitab Pengkhotbah dikatakan bahwa hidup ini sia sia adanya, Itulah kesimpulan Pengkhotbah setelah ia mengeksplorasi berbagai cara yang ditempuh manusia untuk memuaskan hatinya dan menemukan makna hidupnya di dunia ini. Perkataan Pengkhotbah itu terdapat pada awal dan akhir kitab Pengkhotbah, yaitu pada Pengkotbah 1:2 dan 12:8.
Selain itu, dalam kitab ini kata “sia-sia” dan “kesia-siaan” muncul berulang kali. Hal itu menunjukkan maksud utama penulisan kitab ini, di mana Pengkotbah hendak menekankan kesementaraan dan ketidakberartian segala sesuatu yang ada di dunia ini. Banyak orang berusaha mencari kepuasan dan makna hidupnya dengan kesenangan tetapi menemukan kesia-siaan alias berada di titik nol.
Apakah kata Pengkhotbah tentang hal ini?Aku berkata dalam hati: “Mari, aku hendak menguji kegirangan! Nikmatilah kesenangan! Tetapi lihat, juga itupun sia-sia. (Pkh 2:1)Pengkhotbah melakukan segala upaya untuk menyenangkan hatinya sendiri (Pkh 2:3-10), tetapi inilah kesimpulan yang ia dapatkan:Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari.
(Pkh 2:11)Mencari kesenangan hanyalah kesia-siaan belaka. Tak ada satu halpun di dunia ini yang dapat benar-benar menyenangkan dan memuaskan hati kita.Banyak orang berusaha mencari kepuasan dan makna hidupnya dengan kekayaan. Pengkhotbah pun mengobservasi hal ini (Pkh 5:9 – 6:2). 
Cinta Uang :
Lalu, bagaimana kesimpulannya mengenai kekayaan? Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia. Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya? (Pkh 5:9-10)Memiliki kekayaan pun hanyalah kesia-siaan belaka. Uang tak akan dapat memuaskan hati kita. Sebaliknya, mengejar uang justru akan mendatangkan berbagai kesukaran pada kita. 
Rasul Paulus pun telah mengingatkan kita akan bahaya cinta uang dalam 1 Timotius 6:10:Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.Kitab Pengkhotbah ditulis oleh Salomo yang memiliki segala hikmat dan pengetahuan. Bagaimana pendapatnya mengenai hikmat dan pengetahuan? Dapatkah hikmat dan pengetahuan memberikan kepuasan dan makna hidup?
Mengejar Hikmad dan Pengetahuan juga Sia-sia :
Aku telah membulatkan hatiku untuk memahami hikmat dan pengetahuan, kebodohan dan kebebalan. Tetapi aku menyadari bahwa hal inipun adalah usaha menjaring angin, karena di dalam banyak hikmat ada banyak susah hati, dan siapa memperbanyak pengetahuan, memperbanyak kesedihan. (Pkh 1:17-18)Ternyata mengejar hikmat dan pengetahuan juga adalah kesia-siaan. Hikmat dan pengetahuan tak akan dapat memuaskan hati kita.
Bekerjapun Sia-sia :
Bagaimana dengan segala pekerjaan yang dilakukan manusia di dunia ini? Pengkhotbah juga telah merenungkan hal ini. Dalam Pengkotbah 2:22-23 ia berkata:Apakah faedahnya yang diperoleh manusia dari segala usaha yang dilakukannya dengan jerih payah di bawah matahari dan dari keinginan hatinya? Seluruh hidupnya penuh kesedihan dan pekerjaannya penuh kesusahan hati, bahkan pada malam hari hatinya tidak tenteram. Inipun sia-sia.Ternyata tak ada bedanya. Bekerja pun adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin. Seberapapun kerasnya kita bekerja, kepuasan hati tak kunjung kita dapatkan.Sampai di sini mungkin ada yang bertanya: Bila mencari hikmat dan bekerja hanyalah kesia-siaan, apakah itu berarti kita tidak perlu mencari hikmat dan tidak perlu bekerja? Tidak! Jelas bukan demikian maksudnya. Allah menghendaki dan memerintahkan agar kita mencari hikmat. Misalnya, dalam Amsal 4:5 dikatakan:Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.Selain itu, rasul Paulus juga menasihatkan agar umat Kristen bekerja. Dalam 2 Tesalonika 3:10 ia berkata:Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.Mencari hikmat dan bekerja harus kita lakukan. Akan tetapi, mencari kepuasan dan makna hidup dengan mengejar hikmat dan bekerja adalah sebuah kesia-siaan belaka.Masih ada banyak cara lain yang ditempuh manusia untuk menemukan kepuasan dan makna hidupnya. Akan tetapi, apakah kesimpulan dari semuanya itu? 
KESIMPULAN 
Bermakna jika dikerjakan dengan Takut akan Allah dalam Diri Yesus Kristus :
Segala sesuatu adalah sia-sia!Segala sesuatu baru bermakna bila dikerjakan dan dipergunakan dalam ketundukan kepada Allah. Itulah kesimpulan akhir yang ditarik oleh Pengkhotbah:Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat. (Pkh 12:13-14)
Hidup kita di dunia ini baru bermakna bila kita menjalaninya dalam takut akan Allah. Allah akan menghakimi setiap perbuatan kita seturut keadilan dan kebenaran-Nya. Apakah gunanya kepuasan selama hidup yang singkat di dunia ini bila kelak kita menerima penghukuman kekal? Karena itu, marilah kita menjalani hidup dengan senantiasa memandang kekekalan.Bagi kita yang telah mengenal dan mengalami Kristus, tentunya kepuasan hati dan makna hidup telah kita temukan di dalam Kristus. Kristus telah mati dan disalibkan untuk menanggung segala hukuman dosa kita. Bagi kita yang percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat, tak ada lagi penghukuman untuk kita (Rm 8:1). Kelak kita akan dimuliakan bersama dengan Kristus (Rom 8:18).
Apa respon kita : Menyerahkan hidup kita untuk Tuhan menemukan Kepuasan sejati.
Maka, respons yang seharusnya kita berikan adalah mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah (Rom 12:1). Dengan mempersembahkan seluruh hidup kita kepada Allah, kita akan menemukan makna hidup yang sesungguhnya. Augustinus mengatakan:You have made us for yourself, O Lord, and our hearts are restless until they rest in you.Hanya dengan kembali kepada Allah melalui Yesus Kristus kita akan mengalami kepuasan sejati dan tidak lagi berada dititik nol. Karena itu, marilah kita menyerahkan hidup kita kembali kepada Allah dan berkata seperti rasul Paulus: “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Flp 1:21).
Sumber :
http://hartarohani.com/segala-sesuatu-adalah-sia-sia

Monday, September 10, 2012

Wednesday, June 15, 2011

KOMODO (Varanus komodoensis) AKANKAH HEWAN PURBA INI AKAN PUNAH ?

"Dari kejanggalan ini kami mencoba interview dengan penduduk setempat, menurutnya populasi komodo akhir-akhir ini makin menurun terbukti hampir setiap hari ditemukan komodo mati dan menurutnya jumlah populasi komodo hanya berkisar 200 sampai 300 ekor saja. Inilah perlu dilakukan perhitungan / pencacahan populasi komodo oleh pihak independen. Menurut penduduk setempat penyebab makin langka / berkurangnya populasi komodo akibat dari ditetapkan sebagai cagar manusia dan biosfer tahun 1986. Sebelum tahun 1986 penduduk setempat dapat berburu mencari babi hutan dan rusa timor dan untuk kepala, kulit dan isi dalam (jeroan) hewan tangkapan tersebut menjadi makanan / mangsa komodo. Dengan demikian menurut kami ada sesuatu yang hilang dan perlu ditelusuri dan diperbaiki agar satwa komodo ini TIDAK PUNAH"

SUATU KISAH PERJALANAN MENCARI SESUATU YG HILANG :
     Ketika kami menginjakan kaki di Pulau Komodo dan Pulau Rinca terasa hawa purbakala mulai terasa seperti pada film Jurasik Park, sehingga tidak salah Taman Nasional Komodo masuk dalam daftar 28 finalis Keajaiban dunia baru atau the new 7 wonders. Komodo, atau disebut biawak komodo (Varanus komodoensis), adalah spesies kadal terbesar di dunia , termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Komodo panjang tubuh dapat mencapai 2,5 - 3 m. Dalam bahasa lokal, komodo disebut sebagai “ora”. Menurut cerita rakyat, nenek moyang “ora” berasal / lahir dari manusia, terbukti penduduk setempat biasanya tidur bareng dengan komodo, namun kedekatan tersebut itu mulai pudar seiring dengan ditetapkannya Taman Nasiopnal Komodo menjadi Cagar Manusia dan Biosfir serta Situs Warisan Dunia (World Heritage) oleh UNESCO pada tahun 1986.
      Distribusi alami komodo, terbatas pada lima pulau di Nusa Tenggara, yaitu Komodo, Rinca, Gili Motang, Nusa Kode, dan Flores. Keempat pulau pertama tersebut berada dalam kawasan Taman Nasional Komodo seluas 1.817 km2 . Penyebaran komodo di Flores yang merupakan pulau terbesar hanya terbatas pada daerah barat pulau (Wae Wuul) dan sebelah utara pulau (Riung). Komodo (Varanus komodoensis) merupakan satwa yang masuk dalam daftar Appendix I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) dan dikategorikan sebagai “vulnerable” atau “rentan” oleh International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Sejak tahun 1986, komodo ditetapkan sebagai satwa “rare” atau “langka” oleh IUCN Conservation Monitoring Centre. Oleh pemerintah Indonesian, komodo termasuk satwa nasional dan dilindungi oleh beberapa aturan perundangan seperti PP Binatang Liar tahun 1931, SK Menhut No. 301/Kpts-II/1991, and PP No. 7 tahun 1999.
      Menurut data statistik pemerintah setempat populasi komodo pada 2 pulau (Pulau komodo dan pulau Rinca) untuk komodo jantan ada sebanyak 2793 ekor dan khususnya di Pulau Rinca sebanyak 1.396 ekor, dan pulau komodo sisanya sebesar 1.397 ekor, sehingga menurut kami ada kejanggalan data ini, apa benar populasi komodo di dua pulau tersebut hampir sama (beda 1 ekor saja). Dari kejanggalan ini kami mencoba interview dengan penduduk setempat, menurutnya populasi komodo akhir-akhir ini makin menurun terbukti hampir setiap hari ditemukan komodo mati dan menurutnya jumlah populasi komodo hanya berkisar 200 sampai 300 ekor saja. Inilah perlu dilakukan perhitungan / pencacahan populasi komodo oleh pihak independen. Menurut penduduk setempat penyebab makin langka / berkurangnya populasi komodo akibat dari ditetapkan sebagai cagar manusia dan biosfer tahun 1986. 
      Sebelum tahun 1986 penduduk setempat dapat berburu mencari babi hutan dan rusa timor dan untuk kepala, kulit dan isi dalam (jeroan) hewan tangkapan tersebut menjadi makanan / mangsa komodo. Dengan demikian menurut kami ada sesuatu yang hilang dan perlu ditelusuri dan diperbaiki agar satwa komodo ini TIDAK PUNAH. Terlepas dari informasi diatas, , untuk Komodo jantan dewasa dapat tumbuh lebih besar daripada betina, sehingga pada usia dewasa tersebut, komodo jantan dapat dibedakan secara visual. Namun sulit membedakan komodo jantan remaja dengan komodo betina dewasa, apalagi pada usia yang lebih muda. Sampai saat ini belum ditemukan ciri fisik yang dapat memastikan
perbedaan komodo jantan dengan betina, terutama pada usia muda. Komodo jantan dewasa terpanjang yang pernah diukur adalah 3.05 m, sedangkan komodo terberat yang pernah diukur seberat 100.5 kg. Komodo terberat tersebut diukur setelah memangsa rusa. Komodo diketahui dapat makan sampai 80% berat tubuhnya. 
      Ukuran komodo jantan dewasa dalam keadaan normal (tidak habis makan) sekitar 50 sampai 60 kg, sedangkan berat komodo betina jarang yang melebihi 30 kg. Umur komodo bisa mencapai 50 sampai dengan 60 tahun itupun sangat tergantung dari asupan / pola makanan yang didapatinya. Kita dapat melihat komodo yang sudah uzur (tua) menunggu kematikan ketika komodo tidak kuat  lagi mencengkeram mangsanya berupa babi dan rusa flores. 
      Musim kawin komodo terjadi pada sekitar bulan Juli s/d Agustus, sebulan setelah itu (agustus-september) komodo betina meletakkan telurnya. Seekor komodo betina dapat menghasilkan telur 15 sampai dengan 30 butir dalam satu kali bertelur permusim, dengan fekunditas (keberhasilan menetas) biasanya hanya 10 % sampai dengan 15 %, jadi hanya 4 atau 5 ekor saja. Cara komodo membuat sarang mencari bekas tempat burung gosong ((Megapodius reiwardt) bersarang di tanah dan induk komodo menggali tanah bentuk L kedalaman 1 meter vertikal dan horisontal 1 meter dan selanjutnya meletkan telur, selanjutnya induk komodo menutup lubang sarang dan menggali lubang lain untuk mengelabui mangsa biasanya babi dan burung elang. Pada sekitar bulan Maret – April atau sekitar enam bulan berikutnya telur-telur tersebut akan menetas. 
      Terdapat 3 tipe sarang komodo yang diketahui, yaitu tipe gundukan, sarang bukit, dan sarang tanah. Sarang tipe gundukan merupakan tipe sarang yang paling umum dijumpai. Berdasarkan laporan akhir hasil penelitian antara TN Komodo dengan CRES-Zoological Society of San Diego (dalam kerjasama dengan The Nature Conservancy), bayi (tetasan) komodo mempunyai rata-rata panjang SVL (snout to vent length) 18.48 cm, rata-rata panjang total 42.20 cm, and rata-rata berat 91.43 gram. Setelah menetas bayi komodo langsung keluar dari sarangnya dan langsung naik / melata ke pohon. Ini dimaksud untuk menghindar dari pemangsanya seperti burung elang, babi hutan dan juga induk komodo (kanibal). 
      Bayi komodo menghabiskan hampir seluruh hidupnya di atas pohon (arboreal) selama 3 tahun dan makanannya adalah cecak, sarang burung, serangga dan binatang melata lainnya sampai ia menjadi dewasa baru turun dari pohon. Setelah dewasa, mangsa utama bagi komodo besar adalah rusa Timor (Cervus timorensis), yang cukup sering diselingi dengan memangsa kerbau liar (Buballus bubalis) dan babi hutan (Sus scrofa). Cara menangkap mangsa komodo menggigit dan hasil gigitan tersebut mengandung bakteri yang mematikan, Kadang-kadang mereka juga memangsa penyu hijau (Chelonia mydas), kuda liar (Equus cabalus), monyet ekor panjang (Macacca fascicularis), dll. Komodo dengan ukuran yang lebih kecil akan turut makan hasil tangkapan komodo besar jika komodo besar telah selesai makan atau mereka berusaha mencurinya meskipun sering diusir komodo besar. Demkian juga dengan anak komodo, sehingga terlihat adanya semacam hirarki dalam perilaku makan tersebut. Anak komodo juga memangsa tikus (Komodomys rintjanus), kadal, tokek (Gekko gecko), ular (termasuk cobra/Naja naja), burung beserta telurnya, dan serangga. 
     Di Pulau Komodo, selain hewan komodo kita bisa melihat berbagai jenis burung liar seperti kakak tua jambul kuning sampai burung gosong.
      Mengenai fasilitas turis mulai dari kamar kecil, toko cenderamata sampai uang selamat datang Selain pesona darat, alam bawah laut Komodo sangat mempesona. Menurut hasil penelitian TNC yang sudah lama membantu konservasi daerah ini, keanekaragaman hayati dan terumbu karang kepulauan ini sangat kaya. Paling tidak ditemukan lebih dari 1.000 spesies ikan, 385 spesies terumbu karang, 70 spesies sepon dan 16 spesies paus dan lumba-lumba.Tidak heran kalau Komodo menjadi salah satu lokasi selam terbaik di dunia.

Jam